5 Mitos dan Fakta Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penyakit Asma

Seputar asma

Seputar asma

Penyakit asma bukanlah penyakit yang dapat dianggap ringan. Pasalnya, penyakit yang menyerang pernapasan bawah ini dapat berakibat fatal, bahkan kematian. Sayangnya, asma seringkali ditangani dengan cara yang kurang tepat akibat berkembangnya kepercayaan masyarakat tentang penyakit asma ini yang belum tentu benar.

Cara penanganan yang kurang tepat membuat penderita asma merasa kurang nyaman dengan kesehariannya. Mereka merasa tak dapat beraktivitas selayaknya orang normal karena asma dirasa membatasi gerak mereka. Padahal, dengan diagnosis yang akurat, pengobatan yang tepat, asma dapat dikontrol dan hidup menjadi lebih nyaman. Lalu, apa saja mitos dan fakta seputar penyakit asma?

Mitos 1: Penyakit Asma Tak Bisa Disembuhkan

Fakta: Banyak yang beranggapan bahwa pengobatan asma hanya membutuhkan waktu pendek. Padahal, penderita perlu ada pemeriksaan awal untuk mengetahui tingkat penyakit asma yang dideritanya. Terapi ditangani oleh dokter khusus selama tiga bulan dengan dosis tertentu. Jika selama tiga bulan kondisi pasien membaik dan asma tidak kambuh, maka dosis obat dapat diturunkan. Hal tersebut terus dilakukan selama tiga bulan sekali hingga dosis yang sangat kecil. Bahkan jika pasien tidak kambuh selama satu tahun, maka obat kontrol asma dapat dihentikan.

Mitos 2: Berenang Di Laut Dapat Menyembuhkan Asma

Fakta: Jika anda mengetahui alat nebulizer yaitu mesin uap untuk membantu pernapasan, maka cobalah menggunakan air garam, yang terjadi adalah anda akan merasa semakin sesak nafas. Hal ini disebabkan karena saluran pernafasan semakin kering. Jadi, menurut berenang di air laut tanpa alat perlindungan bagi pasien penderita asma justru membahayakan.

Mitos 3: Inhaler Memiliki Efek Samping Ketergantungan Dan Mengganggu Kesehatan.

Fakta: Perlu diketahui bahwa obat asma ada dua pengontrol dan pelega. Obat pengontrol digunakan saat tidak mengalami serangan asma, sementara pelega hanya digunakan saat terjadi serangan. Sedangkan obat pelega ialah Inhaler ini boleh digunakan hingga empat kali semprot saat serangan terjadi. Jika dalam waktu satu jam setelah pemakaian tak juga membaik, maka pasien harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Bagi penderita asma, inhaler pelega wajib dibawa kemanapun penderita pergi untuk berjaga jaga dari serangan asma mendadak.

Mitos 4: Asma Adalah Penyakit Saluran Pernapasan, Bukan Penyakit Paru Paru.

Fakta: Saat seorang pasien mengaku bahwa dirinya mengidap asma, bukan penyakit paru paru. Dokter menjelaskan padanya bahwa gangguan pernapasan pada asma terletak pada alveolus dimana ini merupakan bagian paru paru. Jadi, penyakit paru paru bukan hanya TBC saja, namun asma merupakan salah satu penyakit paru paru. Oleh karena itu, dokter yang menangani pun dokter spesialis paru paru dan pernapasan.

Baca juga tentang obat herbal asma paling mujarab

Mitos 5: Ketika Asma Menyerang, Penderita Harus Segera Merebahkan Tubuh Sebelum Mendapatkan Penanganan Lebih Lanjut.

Fakta: Hal ini jelas salah. Penderita yang kambuh harus mengatur napasnya dalam posisi duduk. Posisi ini membuat rongga paru menjadi lebih terbuka sehingga memudahkan penderita untuk mendapatkan oksigen. Jangan lupa untuk merenggangkan bagian bagian yang mengikat seperti tali bra, ikat pinggang, dan baju yang menumpuk misalnya jaket atau sweater.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *